Menanam Nilai Luhur di Usia ke-65: SD 2 Siluman Gelar Peringatan Hari Pramuka dengan Khidmat dan Penuh Makna

Sinar Bintang, Tasikmalaya-
Tepat pada tanggal 14 Agustus tahun 1961, melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, Presiden Soekarno secara resmi melebur beragam organisasi kepanduan yang ada di tanah air menjadi satu wadah tunggal: Gerakan Pramuka. Enam puluh lima tahun telah berlalu sejak penyerahan Panji Gerakan Pramuka kepada Ketua Kwartir Nasional yang pertama, Sri Sultan Hamengku Buwono IX — sebuah tonggak bersejarah yang melandasi perjalanan panjang pendidikan karakter generasi muda Indonesia. Kini, di usia ke-65 tahun, dengan tema resmi “Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan, Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Pramuka bukan sekadar perayaan kelahiran semata, melainkan momentum reflektif untuk kembali merenungkan hakikat dan makna mendasar keberadaannya sebagai tunas bangsa yang senantiasa tumbuh, berkembang, dan bermanfaat bagi lingkungannya. Jumat 14/8/2026.

Dalam semangat keluhuran tersebut, Gugus Depan 23.06.009–23.06.010 yang berpangkalan di SD Negeri 2 Siluman menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-65. Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib di bawah arahan serta bimbingan langsung Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), Ibu Iis Suhartini, S.Pd., yang senantiasa menempatkan pendidikan kepramukaan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembentukan watak dan kepribadian peserta didik.

Sebanyak 505 anggota Pramuka, yang meliputi tingkatan Siaga hingga Penggalang, tampak berbaris rapi mengenakan seragam lengkap beserta atributnya, didampingi oleh 29 orang Pembina yang senantiasa membimbing dengan penuh kesabaran dan keteladanan. Setiap rangkaian upacara — dari penghormatan, pembacaan Dasadarma, hingga penutupan — dilaksanakan dengan kesungguhan hati, merefleksikan kedisiplinan dan rasa hormat yang mendalam terhadap nilai-nilai luhur kepramukaan.

Usai upacara, semangat kebersamaan tidak luntur begitu saja. Kegiatan diteruskan dengan permainan kepramukaan yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, saling percaya, serta kepedulian antar-sesama. Tak hanya itu, seluruh peserta pun terjun langsung melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah — sebuah wujud nyata pengamalan sila kelima Pancasila sekaligus butir Dasadarma: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

Dalam amanatnya, Ibu Iis Suhartini, S.Pd., selaku Mabigus, menyampaikan harapan yang sarat makna: “Peringatan ini kami maksudkan bukan sekadar seremoni yang berakhir begitu saja. Lebih dari itu, kami ingin menanamkan agar anak-anak memahami: Pramuka bukan hanya soal seragam, baris-berbaris, atau tali-temali. Pramuka adalah tentang kedisiplinan, gotong royong, cinta kebersihan, dan tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, kami berkeinginan agar anak-anak tidak sekadar mengerti teori, melainkan melaksanakannya dalam tindakan nyata sehari-hari — baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.”

Pernyataan tersebut sejalan dengan hakikat peringatan ke-65 Gerakan Pramuka: enam setengah dekade bukan saja membuktikan ketahanan sebuah organisasi, melainkan menegaskan bahwa nilai-nilai yang dijaganya — kemandirian, ketakwaan, kesetiakawanan, dan pengabdian — tetap relevan dan senantiasa diperlukan dalam membangun generasi penerus yang tangguh. Di SD Negeri 2 Siluman, peringatan ini menjadi bukti bahwa pembinaan karakter dimulai dari hal-hal sederhana, namun ditanamkan dengan ketulusan dan kesungguhan. Langkah kecil yang bermakna besar, demi masa depan tunas-tunas bangsa yang kelak diharapkan tumbuh tegap, berakar kuat, dan mekar membawa harapan bagi tanah air.***

Red.(Bas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *