Sinar Bintang, Kota Tasikmalaya – Sabtu, 19 Juli 2026
Kondisi bangunan sekolah yang lapuk dimakan usia dan ruang kelas yang rusak parah telah lama menjadi catatan penting dalam upaya pemenuhan sarana pendidikan yang layak. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mengucurkan bantuan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 untuk merenovasi sejumlah satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan mendesak.
Salah satu sekolah yang kini mendapatkan perhatian khusus adalah SD Negeri 1 Kawalu, Kecamatan Kawalu. Sekolah ini menerima alokasi dana pembangunan senilai Rp1.494.485.443,00 yang akan dikelola melalui sistem swakelola, di bawah tanggung jawab Tim Pelaksana Kegiatan Swakelola Pendidikan (P2SP).
Ketua Panitia P2SP setempat, Dani, menyambut baik terealisasinya bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. “Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat yang telah menyalurkan kepercayaan dan anggaran ini untuk membangun kembali SD Negeri 1 Kawalu,” ujarnya.
Pendekatan pelaksanaan pembangunan pun dirancang agar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Dalam proses pengerjaan, panitia melibatkan warga secara langsung dengan merekrut empat orang per Rukun Tetangga hingga berjumlah 20 tenaga kerja, serta melibatkan ibu-ibu rumah tangga untuk membantu pekerjaan pembersihan dan penggantian genting. Langkah ini bukan sekadar soal fisik, melainkan upaya mempererat rasa memiliki warga terhadap lembaga pendidikan di lingkungannya.
Apresiasi mendalam pun mengalir dari masyarakat di sekitar sekolah. Mereka menyampaikan terima kasih yang tulus atas kepedulian dan perhatian serius Pemerintah Pusat terhadap pemugaran sekolah ini, yang mereka pandang sebagai investasi paling berharga untuk membangun aset bangsa di masa depan. Warga berharap, dengan kenyamanan dan keamanan ruang belajar yang kini dipulihkan, semangat anak-anak dalam menuntut ilmu kian berkobar. Semoga para peserta didik kelak tumbuh menjadi generasi yang sukses, dan sekolah ini senantiasa terjaga serta terus melayani kebutuhan pendidikan bagi putra-putri wilayah sekitarnya dari generasi ke generasi.
Satu hal yang menjadikan proyek ini istimewa adalah status bangunan SD Negeri 1 Kawalu yang tercatat sebagai Warisan Budaya Kebendaan. Oleh karena itu, seluruh tahapan pemugaran dijalankan dengan standar ketat dan tidak boleh mengubah karakter asli bangunan.
“Karena nilainya yang sangat penting bagi sejarah, pendidikan, ilmu pengetahuan, agama, dan kebudayaan, pemugaran ini dibatasi pada bagian-bagian tertentu saja—seperti penggantian atap dan penataan tampak depan—sementara fondasi serta struktur utama bangunan wajib dipertahankan apa adanya,” jelas Dani.
Dani berharap, selesainya proyek ini kelak tidak hanya menghadirkan bangunan yang kokoh, aman, dan nyaman bagi siswa, melainkan mampu mewujudkan ekosistem belajar yang modern sekaligus berkarakter. “Semoga tempat ini nantinya tetap menjadi saksi sejarah sekaligus ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita setinggi langit,” harapnya
Red.(Bas).



