Sinar Bintang, Kota Tasikmalaya – Pendidikan karakter tidak lahir semata dari pengajaran di dalam ruang kelas, melainkan juga tumbuh dari pengalaman nyata, kedisiplinan yang dilatih, serta rasa persaudaraan yang dibangun bersama. Pemahaman mendasar inilah yang melandasi Kompleks Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, untuk menyelenggarakan Perkemahan Kader Juara (PERKAJU) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke-65 sekaligus menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Kegiatan yang berlangsung pada 13–14 Agustus 2026 ini bukan sekadar seremonial perayaan, melainkan sebuah upaya berkelanjutan untuk membentuk watak generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan berjiwa kebangsaan. Kamis 13/8/2026.
Kegiatan dibuka secara khidmat melalui upacara pembukaan yang diikuti seluruh peserta dengan kekhusyukan. Berbaris rapi di halaman sekolah yang telah tertata meriah, para siswa tampil mengenakan seragam pramuka lengkap—sebuah lambang kesetaraan, kedisiplinan, dan kebanggaan menjadi bagian dari satu gerakan besar. Spanduk bertuliskan tema kegiatan “Satu Pramuka, Satu Langkah: Membentuk Generasi Hebat dan Berkarakter” terpampang gagah, menjadi penanda arah sekaligus janji bersama bahwa kepramukaan adalah jalan nyata menuju pembentukan insan yang beriman, berilmu, berbakti, dan menjaga persatuan bangsa.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh semangat berkat arahan serta pengawasan langsung dari Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) yang solid dan penuh tanggung jawab. Tim Mabigus yang mengawal sepanjang penyelenggaraan terdiri dari Hj. Ria Prihatini Dewi, M.Pd., Dede Heryati, S.Pd., dan Utep Tutang Sutama, S.Pd. Kehadiran mereka sejak upacara pembukaan hingga persiapan materi kepramukaan menjadi jaminan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan tujuan pendidikan kepramukaan: menanamkan nilai luhur disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air.
“Kami pastikan setiap tahapan kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi pembentukan karakter peserta didik,” tegas perwakilan Mabigus. Bagi para pembimbing ini, kehadiran bukan sekadar memenuhi kewajiban, melainkan wujud kepedulian agar nilai-nilai yang diajarkan benar-benar meresap ke dalam sanubari setiap anak.
Dipimpin langsung oleh Erlin Agustin selaku Ketua Pelaksana, PERKAJU tahun ini mencatat capaian yang luar biasa—diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta dari seluruh satuan pendidikan dalam satu kompleks sekolah. Jumlah yang tidak hanya mencerminkan antusiasme tinggi, namun sekaligus membuktikan adanya kesadaran bersama bahwa pendidikan karakter adalah prioritas yang tak boleh ditunda.
Penyelenggaraan disusun secara bertahap dan disesuaikan dengan jenjang perkembangan peserta didik agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Sesi pagi diperuntukkan bagi golongan termuda melalui Pesta Siaga, tempat anak-anak kelas I hingga III belajar bersosialisasi, bekerja sama, dan mengenal dunia kepramukaan dengan cara yang menyenangkan. Sementara itu, sesi kedua yang berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga berakhirnya kegiatan pada keesokan harinya menjadi ruang pembelajaran lebih mendalam bagi golongan Penggalang. Pembagian ini bukan tanpa alasan: pendekatan pendidikan yang tepat guna adalah pendekatan yang menghargai tahapan pertumbuhan anak.
“Kegiatan ini disusun dengan tujuan utama membentuk karakter peserta didik yang lebih baik, terbiasa bersikap positif, serta menumbuhkan kedisiplinan. Kami tahu banyak anak memiliki kebiasaan berbeda saat di rumah, namun melalui kegiatan ini perlahan mereka belajar berubah menjadi lebih teratur,” ungkap Erlin Agustin. Kalimat sederhana ini menyiratkan pemahaman yang mendalam: perubahan perilaku tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui pembiasaan yang terus-menerus dijaga dan dibimbing.
Satu hal yang ditekankan oleh Ketua Pelaksana adalah bahwa sekolah tidak dapat berjalan sendirian dalam membentuk kepribadian anak. Diperlukan keselarasan dan kerja sama yang erat antara pendidik di sekolah dengan orang tua di rumah. “Kami di sekolah menjadi orang tua kedua yang bertugas membimbing dan mendampingi anak. Maka kami harap orang tua turut melanjutkan pembiasaan perilaku baik di rumah, sehingga terbentuk keselarasan yang menghasilkan generasi yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia,” tambahnya. Pernyataan ini mengingatkan kita pada hakikat pendidikan: sekolah dan rumah adalah dua sayap yang sama-sama menopang terbangnya masa depan anak.
Sebagai wujud pembinaan sekaligus apresiasi atas kemajuan yang dicapai, tahun ini disiapkan tiga kategori penghargaan sebagai tolok ukur sekaligus dorongan untuk terus berprestasi dalam sikap dan perilaku. Di antaranya adalah penghargaan bagi Pangkalan Paling Disiplin, serta kategori-kategori lain yang menjadi semangat agar setiap kelompok terus saling memacu untuk menjadi lebih baik. Penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam, melainkan pengakuan atas usaha nyata dalam membangun kedisiplinan dan kebersamaan.
Ketika api unggun perlahan meredup dan bendera diturunkan dengan khidmat, satu pesan mendalam tersisa: PERKAJU hanyalah satu bab kecil dalam perjalanan panjang pembentukan watak bangsa. Namun dari sinilah benih-benih kebaikan ditanam. Diharapkan, melalui kegiatan yang dipenuhi semangat kekompakan dan bimbingan penuh kesabaran dari para pendidik, Pangkalan SDN Nagarawangi kelak mampu melahirkan generasi muda yang tak hanya cerdas secara pikiran, tetapi juga tangguh dalam jiwa, mulia dalam budi pekerti, dan siap mengabdi bagi kemajuan daerah serta tanah air tercinta. Kepramukaan telah menjadi wadahnya; kini tinggal bagaimana kita bersama menjaga agar benih-benih harapan itu terus tumbuh dan mekar mewujudkan Indonesia yang lebih baik.***
Red.(Bas).



