PWRI Cabang Kawalu: Peringati HUT RI ke-81 dan HUT ke-64 — Buktikan Pensiunan Tetap Produktif dan Berjasa  

Sinar Bintang Tasikmalaya, 11 Agustus 2026 — Sebagai organisasi yang menghimpun para pensiunan Pegawai Negeri Sipil, pegawai BUMN, serta mantan pejabat yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya bagi kepentingan bangsa, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) berdiri dengan satu tekad: menjaga keberlanjutan pengabdian meski masa tugas telah berakhir. PWRI hadir bukan sekadar sebagai wadah silaturahmi sesama purnabakti, melainkan sebagai bukti bahwa semangat berbakti kepada Republik tidak berhenti seiring berakhirnya masa pengabdian resmi. Justru di masa pensiun, pengalaman, kearifan, dan kesetiaan yang telah ditempa selama puluhan tahun menjadi modal berharga yang tetap relevan untuk kemajuan bersama.

Berlandaskan pemahaman mendalam itulah, PWRI Cabang Kawalu kini menggelar rangkaian perayaan yang sarat makna: memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sekaligus merayakan Hari Jadi organisasi yang ke-64. Tema yang diusung pun berbicara lugas dan penuh keyakinan: “Buktikan Pensiunan Tetap Produktif dan Berjasa”.

Kegiatan yang dibuka pada Selasa, 11 Agustus 2026 ini berlangsung penuh semangat, dihadiri oleh Camat Kawalu, Ustadz H. Endang Anwar selaku Ketua MUI Kecamatan Kawalu, Ketua PWRI Cabang Kawalu H. Bambang Sarjono, Ketua DMI H. Lukman Samsudin, serta para anggota PWRI dan para pensiunan yang berdiam di lingkungan Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kehadiran para tokoh agama, pemerintah daerah, dan sesama purnabakti melengkapi suasana yang kental dengan nuansa persaudaraan dan kebersamaan yang tulus.

Dalam pidatonya, Ustadz H. Endang Anwar menyampaikan pesan yang mendalam dan menggetarkan hati hadirin. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para anggota PWRI, untuk memaknai kemerdekaan bukan sekadar sebagai warisan atau pencapaian masa lalu, melainkan sebagai amanah luhur yang wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab. “Kemerdekaan yang dirintis dan dipertahankan dengan pengorbanan jiwa raga para pendahulu, wajib kita manfaatkan pada jalan yang benar, sejalan dengan segala ketentuan dan kehendak Allah SWT,” tegasnya. Pesan ini menjadi landasan moral sekaligus roh bagi seluruh rangkaian kegiatan yang digelar: bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika hidup kita selaras dengan nilai-nilai ilahi dan kebaikan sesama.

Ketua PWRI Cabang Kawalu, H. Bambang Sarjono, dalam penjelasannya memaparkan rangkaian kegiatan yang telah disusun secara berjenjang dan terarah, guna mengisi perayaan sekaligus mewujudkan semangat organisasi dalam wujud nyata:

“Kita buka hari ini, Selasa 11 Agustus, dengan Tabligh Akbar dan Lomba Sholawatan bertempat di Halaman Masjid Abdul Wahid, Perum Mitra Batik, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan memperkokoh nilai-nilai keagamaan, mempererat ukhuwah, serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bernilai ibadah dan kebaikan. Kemudian pada Kamis, 13 Agustus, bertempat di Aula Graha Mulia Permana, STIA Tasikmalaya, akan digelar Lomba Peragaan Busana dan Lomba Karaoke Lagu Perjuangan — sebuah wadah untuk menghidupkan kembali semangat juang para pahlawan sekaligus menyalurkan kreativitas dan rasa cinta budaya. Sebagai penutup rangkaian, pada Sabtu, 15 Agustus pukul 08.00 WIB di Aula Eks UPTD Pendidikan Kawalu Sindangwangi, kami selenggarakan Jalan Santai beserta Lomba Tumpeng atau Lomba Makanan Dina Wadah Cecempeh, yang sekaligus mengajak kita menjaga kesehatan dan melestarikan kekayaan kuliner khas daerah.”

Lebih dari sekadar daftar perlombaan, H. Bambang Sarjono menegaskan makna yang tersirat di balik setiap kegiatan tersebut — yakni keinginan untuk meluruskan pandangan yang kerap terlanjur terbentuk di masyarakat. “Selama ini, ada anggapan yang keliru: bahwa ketika seseorang telah memasuki masa pensiun, maka masa pengabdiannya telah berakhir, seakan tidak lagi berguna atau lepas tanggung jawabnya. Melalui perayaan ini, kita ingin membantah anggapan tersebut. Kita buktikan bahwa para pensiunan masih mampu bersaing, masih bertenaga, masih bisa tampil dan berkontribusi dengan bermartabat di hadapan masyarakat luas. PWRI hadir untuk menunjukkan: masa pengabdian tidak berhenti saat masa tugas usai. Justru di masa inilah semangat kebersamaan, kebijaksanaan, dan kemauan untuk terus berkarya harus senantiasa kita jaga dan nyalakan,” ujarnya dengan tegas.

Seluruh rangkaian perayaan ini juga meneguhkan kembali tradisi mulia yang terus dipelihara oleh PWRI Cabang Kawalu — yaitu pengajian rutin yang terlaksana setiap hari Selasa kedua tiap bulan. Kebiasaan ini menjadi bukti nyata bahwa organisasi senantiasa menjaga keseimbangan antara pemeliharaan kerohanian dan aktivitas kemasyarakatan.

Dengan semangat menyeluruh yang terangkum dalam semboyan “Bersatu, Berbakti, Bermanfaat untuk Negeri”, PWRI Cabang Kawalu membuka pintu lebar-lebar bagi seluruh lapisan masyarakat untuk ikut hadir, meramaikan, dan merasakan langsung kehangatan persaudaraan yang dibangun. Diharapkan, melalui rangkaian kegiatan ini, terjalin semakin erat tali silaturahmi antaranggota, terpelihara kesehatan jasmani dan rohani, serta terwujud pengakuan yang luas: bahwa pengabdian para purnabakti adalah aset tak ternilai yang terus mengalir manfaatnya bagi nusa dan bangsa, selama napas masih dikandung badan.”Pungkasnya.

Red.(Bas).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *