Sinar Bintang Tasikmalaya – Kondisi gapura utama kawasan wisata Cipanas Galunggung saat ini memprihatinkan. Bangunan tersebut terlihat rusak parah karena sudah lama tidak dirawat dengan baik. Masalah lain yang lebih serius ada pada pos tiket masuk. Bangunannya kecil, dibuat seadanya, dan tidak kokoh. Penampilannya juga kurang menarik, padahal kawasan ini punya nilai sejarah penting pasca letusan Gunung Galunggung tahun 1982.
Masalah terbesar adalah soal keselamatan. Pos tiket ini dibangun tepat di bawah jalan tanjakan yang curam. Lokasi ini sangat berbahaya karena sering terjadi kecelakaan di jalan tersebut, misalnya saat rem kendaraan gagal berfungsi. Ada risiko besar kendaraan bisa menabrak bangunan ini dan membahayakan nyawa petugas yang bertugas setiap hari. Minggu 17/05/2026
Kondisi ini sangat berbeda dengan gerbang masuk milik Palawi Resorsis yang letaknya tidak jauh dari sana. Gerbang itu terlihat rapi, kokoh, dan terawat dengan baik. Perbedaan ini menunjukkan pengelolaan kawasan Cipanas Galunggung selama ini belum berjalan maksimal. Padahal, Bupati Tasikmalaya sering berkunjung ke sini, namun perbaikan nyata belum terlihat. Banyak orang bertanya-tanya, apakah penundaan ini karena menunggu pengelolaan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)?
Andri Herisinta, pengamat dan wartawan senior, mengatakan bahwa tampilan gerbang dan pos tiket adalah hal pertama yang dilihat pengunjung. Jika tempat masuknya saja terlihat rusak dan kumuh, orang akan menilai buruk seluruh pengelolaan wisata ini. Hal ini otomatis membuat orang enggan berkunjung kembali.
Nana Juanda, petugas di lokasi, mengaku sudah sering mengajukan usulan perbaikan ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Namun, permintaan itu belum dikabulkan karena keterbatasan anggaran daerah dan prioritas pembangunan yang lambat. Ia menyadari bahaya yang ada, tapi perbaikan besar membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Kini, harapan perbaikan tertuju pada BUMD yang akan segera mengelola kawasan ini. Nana berharap dengan pengelolaan baru yang lebih profesional, akan ada perbaikan gedung, penambahan wahana wisata untuk keluarga, dan pembangunan pos tiket baru yang aman serta tempatnya strategis. Hal ini diharapkan bisa menaikkan jumlah pengunjung dan meningkatkan ekonomi warga sekitar.”Ujarnya.
Ditempat terpisah, Kang Sun Sun, pengamat sosial, menilai pengelolaan tempat parkir oleh warga sekitar selama ini sudah berjalan baik dan membantu ekonomi masyarakat. Nantinya, di bawah pengelolaan BUMD, ia berharap sistem parkir ini diperbaiki agar lebih rapi, namun warga yang sudah bekerja di sana tetap diakui dan dilibatkan secara resmi.”Ungkapnya
Perubahan manajemen ini diharapkan membawa perbaikan fasilitas, menjamin keselamatan pengunjung, serta tetap menyejahterakan warga sekitar. Kerja sama antara pengelola baru dan warga sekitar menjadi kunci agar Cipanas Galunggung kembali menjadi tempat wisata yang populer, aman, dan menguntungkan semua pihak.”Pungkasnya.
Red.(Bas).



