Sinar Bintang,kab Tasikmalaya – Peningkatan kualitas serta keandalan infrastruktur irigasi merupakan prasyarat mendasar dalam mewujudkan sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan. Menyadari tantangan yang telah lama dihadapi sektor pertanian—seperti distribusi air yang tidak merata, kapasitas jaringan terbatas, serta kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya—Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy meluncurkan Program Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3‑TG AI). Program ini dirancang tidak hanya untuk membangun sarana fisik, melainkan juga membangun kemandirian petani melalui pendekatan pelaksanaan secara swakelola. Rabu 8/07/2026.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran strategis program ini adalah Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Proyek ini didanai sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai Rp195.000.000, dan ditetapkan berlangsung selama 45 hari kalender. Hingga saat ini, seluruh rangkaian pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar teknis yang ditetapkan, menjadi cerminan nyata sinergi yang harmonis antara dukungan negara dan partisipasi aktif masyarakat.
Ketua Kelompok P3‑TG AI “Bakti Makmur” Cikunir * AZIS * menyampaikan rasa terima kasih yang tulus dan mendalam: “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air melalui BBWS Citanduy, yang telah menghadirkan program P3‑TG AI ini. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah Desa Cikunir. Ke depannya, diharapkan sistem ini mampu mengairi seluas 8 hektare lahan persawahan milik warga secara merata dan berkelanjutan, sehingga dapat mendongkrak hasil panen secara signifikan. Lebih dari itu, pelaksanaannya mengandalkan tenaga kerja dari warga sekitar, termasuk para petani setempat. Langkah ini tidak hanya membuka peluang kerja tambahan dan menambah pemasukan keluarga selama masa pengerjaan, tetapi juga menjamin kualitas konstruksi terjaga dengan baik—karena merekalah yang akan merasakan langsung manfaatnya di masa mendatang.”
Di tempat yang sama, Ketua RT setempat turut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terealisasinya program tersebut. “Kami menyambut baik kehadiran P3‑TG AI ini. Selama puluhan tahun, ketersediaan air menjadi faktor utama yang membatasi luas tanam dan frekuensi panen kami. Dengan adanya jaringan irigasi yang diperbaiki dan diperluas ini, air dapat mengalir secara teratur dan merata ke setiap petak sawah. Semangat kebersamaan pun tampak nyata; para pemilik lahan secara sukarela menghibahkan bambu sebagai bahan tulangan pondasi, sebuah wujud rasa memiliki dan dukungan penuh terhadap pembangunan yang menjadi milik bersama,” ungkapnya dengan penuh harapan akan perbaikan taraf hidup ke depannya.
Pernyataan ini diperkuat oleh keterangan Babinkamtibmas Desa Cikunir, Aipda Jeli Aa, SH, yang turut mendampingi dan mengawasi jalannya pekerjaan. “Anggaran yang bersumber dari APBN TA 2026 ini dikelola langsung oleh kelompok petani melalui sistem swakelola. Metode ini dipilih agar pengerjaan lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lapangan, mempercepat penyelesaian, sekaligus melatih kemampuan petani dalam mengelola asetnya sendiri. Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, kami memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar teknis, sehingga bangunan irigasi ini kokoh dan tahan lama,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan makna strategis program tersebut: “Ketahanan pangan nasional tidak akan tercapai tanpa fondasi irigasi yang andal. Irigasi tersier adalah urat nadi kehidupan pertanian di tingkat lapangan; jika sistem ini berfungsi optimal, maka siklus produksi akan stabil dan hasil panen terjamin. Oleh karena itu, setelah selesai dibangun, perawatan bersama menjadi tanggung jawab kolektif agar manfaatnya dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.”
di akhir pernyataan nya Ketua Kelompok P3‑TG AI “Bakti Makmur” Desa Cikunir, Azis, kembali melengkapi harapannya mewakili seluruh warga: terima kasih sebesar‑besarnya atas kepercayaan dan dukungan anggaran yang diberikan. Khususnya bagi warga Kampung Gununglame, kendala aliran air yang terputus‑putus kini perlahan teratasi. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanam satu kali dalam setahun, ke depannya diharapkan mampu dipanen dua kali bahkan lebih. Peningkatan produktivitas ini akan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan di tingkat lokal.”
Dengan demikian, pelaksanaan Program P3‑TG AI di Desa Cikunir menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh paduannya perencanaan yang matang, dukungan anggaran yang tepat sasaran, serta partisipasi aktif dan semangat kebersamaan dari masyarakat sebagai penggunanya.”Pungkasnya.
Red.(Bas).



